Rabu, 11 Desember 2013

Gugahan Spiritual

Lidah Tak Bertulang: Terlahir dari kedua orang tua muslim tidak serta merta menjadikan saya seorang muslim sejati. Saya hanya tahu sedikit sekali tentang agama saya sendiri. Ada masa di mana saya menjalankan kewajiban agama disebabkan tradisi, baik di keluarga maupun lingkungan. Lalu ada masa di mana saya tinggalkan kewajiban seorang muslim seperti shalat lima waktu dan puasa ramadan. Kemudian ada masa di mana saya berusaha memperdalam keimanan dengan cara membaca al-quran serta terjemahannya. Memang terasa beda kewajiban agama yang dijalankan karena tradisi atau mengikuti apa yang muslim lain lakukan, dengan iman berdasarkan pengetahuan bersumber dari al-quran. Seperti diketahui, al-quran adalah kalimat sang pencipta aka Allah SWT sebagai pedoman bagi seluruh umat manusia dalam menjalani hidup di dunia dengan tujuan keselamatan di akhirat, yang disampaikan kepada utusan-Nya Nabi Muhammad SAW, melalui perantaraan malaikat Jibril AS, dan tidak berubah sejak diturunkannya sekitar 1400 tahun lalu (dalam kurun waktu 23 tahun, tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari, lihat di sini) hingga hari ini. Subhanallah.

Kamis, 21 November 2013

Fiksi: Panjul (Bersambung)

I
Pandangannya terpaku ke layar monitor di mana Meshuggah, band asal Swedia, menebar pesona mereka di atas panggung. Dengan headphone menempel kedua telinga ia menyimak setiap bunyi yang ada. Musik bergenre metal ekstrim bergaung dan mengaum, dawai gitar elektrik dicabik-cabik, dipijit-pijit, satu set besar drum digebuki, bas dibetot-betot, dan suara Jens Kidman sang vokalis berkepala botak mulai menggeram, menjerit-jerit serak menyampaikan lirik penuh gugatan tentang ketidakadilan, kegelisahan, dan rasa sakit, pakai bahasa Inggris. Satu lengan bertatonya diangkat, jemari tangan membentuk salam metal, lengan satunya lagi yang mencengkram mikrofon juga diangkat, tinggi tubuhnya sedang dengan figur langsing berotot dibalut t-shirt hitam dan celana kargo memberi kesan garang namun sederhana, dan yang paling mengesankan, ekspresi wajah gantengnya yang brewokan. Kedua gitaris dan basis ber-headbanging mengibas-ngibas rambut gondrong sebahu mereka sementara cahaya lampu panggung bermain bergantian terang dan gelap menciptakan suasana fantastis. Para penonton yang menyemut di ruang konser balas mengangkat kedua lengan bersalam metal, bergoyang, berteriak, bertepuk, terpana, menggila. Waktu itu di Tokyo, Jepang. Seluruhnya penyebab Panjul bengong, mulut ternganga penuh takjub. Badai ini band, pikirnya, sesuatu banget. Ane mesti nonton mereka live, tekadnya dalam hati, entah kapan.

Kamis, 24 Oktober 2013

Tetap Kalem dan Dengarkan Meshuggah

Lidah Tak Bertulang: Selera musikku pun berkembang, semakin tambah usia - herannya - koq malah ke arah genre musik berisik ya? Metal, aliran musik yang akhir-akhir ini aku gandrungi. Setelah cari sana sini (YouTube), aku suka di antaranya, System of A Down karena musik alternative metal mereka (aku kira) bernuansa Armenia sesuai darah para personil bandnya, meski asal California Selatan, Amerika Serikat. Dan aku terus mencari band yang bisa memuaskan jiwa kemetalanku. Kutemui Meshuggah, band asal UmeƄ, Swedia yang genre utamanya tergolong metal, yaitu extreme metal (bersimpangan dengan trash metal dan death metal), banyak juga yang melabeli dengan progressive metal, experimental metal, math metal, dll. yang mengandung unsur experimental jazz. Memang rumit Meshuggah ini, namanya diambil dari bahasa Yiddish (Yahudi Ashkenazi) berarti crazy.

Kamis, 12 September 2013

Nasionalisme

Istilah "nasionalisme" secara umum digunakan untuk menggambarkan dua fenomena (1) perilaku yang dimiliki anggota sebuah bangsa ketika mereka peduli dengan identitas kebangsaannya, dan (2) perbuatan yang dilakukan anggota sebuah bangsa untuk mencapai (menopang) penentuan nasib sendiri. (1) menimbulkan pertanyaan tentang konsep bangsa (atau identitas bangsa), yang seringkali ditetapkan berdasarkan persamaan asal usul, suku, atau ikatan budaya, dan sementara keanggotaan seorang individu dalam sebuah bangsa seringkali dianggap di luar kemauan (tanpa sengaja), kadang juga dianggap sebagai sukarela. (2) menimbulkan pertanyaan tentang apakah penentuan nasib sendiri sebaiknya dipahami sebagai memiliki status negara secara penuh dengan kewenangan lengkap terhadap urusan dalam negeri dan internasional, atau apakah diperlukan sesuatu yang kurang dari itu.

Selasa, 27 Agustus 2013

Bagaimana Cinta Bekerja

Homer and Marge of "The Simpsons" stay together week after week.
©2002 FOX BROADCASTING
Bila Anda pernah jatuh cinta, mungkin paling tidak Anda mempertimbangkan untuk menggolongkannya sebagai perasaan "kecanduan". Dan tebak: Anda benar. Karena para ilmuwan menemukan bahwa ternyata saat kita jatuh cinta, berlangsung proses kimia yang sama dengan kecanduan.

Cinta adalah keadaan kimiawi otak yang merupakan bagian dari gen dan dipengaruhi oleh cara kita dibesarkan/diasuh. Kita diperlengkapi dengan jaringan untuk percintaan romantis karena kita dimaksudkan untuk menjadi orang tua yang penuh cinta kasih dalam memelihara secara baik bayi-bayi kesayangan kita yang tak berdaya.

Kamis, 22 Agustus 2013

Ternyata Saya Bukan Nasionalis

Lidah Tak Bertulang: Setelah tulisan di post sebelumnya berkenaan lagu bernafas nasionalisme-nya Candra Malik, saya jadi pingin tahu lebih pasti definisi nasionalisme. Caranya? apa lagi kalau bukan Googling, heheh.. Setelah menyimak Wikipedia, ditarik kesimpulan akar nasionalisme bangsa Indonesia bisa dikategorikan sebagai nasionalisme anti-kolonialisme (ada banyak jenis nasionalisme). Saya kutip sedikit ya, "Bentuk nasionalisme ini muncul selama dekolonialisasi setelah periode perang. Merupakan reaksi terutama di Asia dan Afrika sebagai perlawanan terhadap penjajahan oleh kekuatan bangsa asing..." Namun, pada hakekatnya pemerintahan negara setelah kolonialisme merupakan bentuk dari administrasi imperialisme atau penjajahan sebelumnya. Mengapa? Karena selama masa penjajahan kaum intektual direkrut dan dididik sebagai staf administrasi kaum penjajah, meski tidak menempati posisi tertinggi.

Senin, 19 Agustus 2013

Sebuah Penjelasan: Tweet Berkenaan Lagu "Orang Indonesia"-nya Candra Malik

Lidah Tak Bertulang: Tepat di hari kemerdekaan Indonesia, jari ini gatal buat mengomentari tweet-tweet dari @CandraMalik yang mempromosikan lagu hasil karyanya berjudul "Orang Indonesia". Dengan segala hormat, saya hargai karya Anda beserta ide yang saya duga memadukan instrumen musik, vokal dan voice note dari banyak selebriti dan tokoh Indonesia. Jujur, saya tidak mendengarkan lagunya secara utuh tapi langsung mengambil kesimpulan. Sesungguhnya saya tidak mengomentari kualitas lagunya melainkan tweet-tweetnya yang mengatakan si ini dan si anu bangga sebagai orang Indonesia (hormat saya terhadap prestasi dan kehebatan mereka). Sah-sah saja merasa bangga menjadi bagian dari suatu bangsa yang besar, wajar malah. Mungkin tujuan @CandraMalik untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri bangsa yang masih rendah (mudah-mudahan di masa yang akan datang meningkat). Mengenai mengapa bisa rendah, mungkin Anda bisa cari tahu sendiri, atau sudah tahu.